Segitiga Bintang Bentuk Jam Pasir C++, Java

Hmmm,,, aku posting lagi nih mengenai contoh program segitiga bintang c++, java membentuk seperti jam pasir. Sengaja aku posting ini mungkin suatu saat ada yang bisa memanfaatkan, karena sudah beberapa periode Praktikum Algoritma Pemrograman ternyata soal-soal yang muncul tidak jauh berbeda (ini dikampusku, entah di kampus lain). Tampilan hasilnya seperti ini :

segitiga-bintang jam pasir

Untuk source codenya dalam bentuk C++ adalah sebagai berikut :

#include "conio.h"
#include "iostream.h"

int main(){
	int input = 0;
	cout << "masukkan jumlah deret : ";
	cin >> input;
	int floor = (int)(input/2);
	bool stop = false;
	bool d 	  = false;
	int f 	  = (int)(input/2)+1;
	int c = 0, e, b, a = input;
	while(!stop){
		for(e=floor;e>=(a-floor);e--){ cout << "  "; }
		for(b=0;b<a;b++){
			if(b==floor || b==e){
				cout << "0  ";
			}else{
				cout << "*  ";
			}
		}
		c++;
		cout << endl;
		if(c<input){
			if(a>f && d==false){ a--; }else{ d = true; a++; }
		}else{
			stop = true;
		}
	}
	system("pause");
	//getch();
}

Kalau kalian ingin merubahnya jadi versi Java, tinggal ganti cout, cin nya aja kok, di Java untuk output/input apa, nah replace dengan itu. Semoga berhasil :)

Contoh yang sejenis dan mungkin cocok untuk kalian ada disini juga http://rendramm2.wordpress.com/2009/11/20/program-menampilkan-belah-ketupat-segitiga-bintang/

Apa itu AOP?

Aspect Oriented Programming (AOP)

Secara sederhana AOP (Aspect Oriented Programming) merupakan sebuah metodologi sebagai tambahan untuk melengkapi metodologi OOP, nah mengapa ?
Salah satu alasannya adalah OOP dianggap tidak cukup baik untuk memecahkan masalah crosscutting concern yang umumnya digunakan untuk aplikasi enterprise.
Apa itu crosscutting concern ? Contoh umum crosscutting concern adalah logging, validation, transaction dan sebagainya.

Perbedaan OOP dan AOP

Misal, saya ingin membuat sebuah aplikasi kalkulator untuk melakukan operasi kali dan bagi.
Pertama-tama saya akan membuat sebuah interface untuk melakukan proses penghitungan tersebut. Continue reading

Segitiga Bintang Versi Baru PHP, C++, Java Praktikum Algoritma Pemrograman

Selamat pagi semuanya, kali ini aku coba share mengenai bagaiman membuat susanan karakter bintang, yang biasa disebut segitiga bintang dengan inputan deret tertentu. Ini aku buat karena adanya teman-teman yang butuh untuk Praktikum Algoritma Pemrograman, lumayan juga biar mereka datang dimari kan :D

Bentuk segitiga bintangnya terlihat seperti gambar dibawah ini :

segitiga-bintang

Nah tampilannya adalah seperti gambar diatas, untuk scriptnya silahkan lihat dibawah ini, tapi untuk yang ini adalah dengan versi PHP, untuk konversi ke Java, C++ dan sebagainya, silahka konversi sendiri ya, toh tinggal nambahin tipe data di tiap variablenya… :mrgreen:

<?php
# jumlah deret
$h = 9;
$a = 0;
for($i=0;$i<$h;$i++){
	for($j=$h;$j>$a;$j--){
		print "&nbsp;";
	}
	for($k=0;$k<=$a;$k++){
		if($i==(int)($h/2)){
			print "+&nbsp;";
		}else{
			if($k==0 || $k==$a || $k==(int)($a/2)){
				print "+&nbsp;";
			}else{
				print "&nbsp;&nbsp;";
			}
		}
	}
	if($i<4){
		$a+=2;
	}else{
		$a-=2;
	}
	print "<br/>";
}
?>

Contoh Program Java Swing Praktikum PBO

Sekedar share aja siapa tau ada yang butuh buat referensi

import java.awt.*;
import java.awt.event.ActionEvent;
import java.awt.event.ActionListener;
import javax.swing.*;

class MyCanvas extends JComponent {
    public void paint(Graphics g) {
        g.setColor(Color.yellow);
        g.fillRect(((300-100)/2),((300-100)/2),75,75);
    }
}

public class RectButton {
    public static void main(String[] a) {
        ActionListener actionListener = new ActionListener() {
            public void actionPerformed(ActionEvent actionEvent) {
                System.exit(0);
            }
        };

        JFrame window = new JFrame("Contoh");
        JButton exitBtn = new JButton("EXIT");
        window.getContentPane().add(exitBtn, BorderLayout.SOUTH);
        exitBtn.addActionListener(actionListener);
        window.setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);
        window.setBounds(30, 30, 300, 300);
        window.getContentPane().add(new MyCanvas());
        window.setLocationRelativeTo(null);
        window.setVisible(true);
    }
}

import java.awt.*;
import java.awt.event.ActionEvent;
import java.awt.event.ActionListener;
import javax.swing.*;

public class temuTiga{
    private JTextField txtNim, txtNama, txtGender;
    private JFrame window;
    private JRadioButton satu, dua, tiga, empat;
    private JButton tampilkan, kosongkan, keluar;
    private JLabel lblNim, lblNama, lblGender;
    private ButtonGroup bgroup;
    private JPanel radioPanels, radioPanel;
    private String dataString [];
    private String stringData;

    public temuTiga(){
        dataString  = new String[3];
        window      = new JFrame("Contoh");
        satu        = new JRadioButton("Anggota Satu"  , true);
        dua         = new JRadioButton("Anggota Dua"   , false);
        tiga        = new JRadioButton("Anggota Tiga", false);
        empat       = new JRadioButton("Anggota Empat", false);
        tampilkan   = new JButton("Tampilkan");
        kosongkan   = new JButton("Kosongkan");
        keluar      = new JButton("Keluar");
        lblNim      = new JLabel("NIM");
        lblNama     = new JLabel("Nama");
        lblGender   = new JLabel("Jenis Kelamin");
        txtNim      = new JTextField(15);
        txtNama     = new JTextField(15);
        txtGender   = new JTextField(15);
        bgroup      = new ButtonGroup();
        radioPanel  = new JPanel();
        radioPanels = new JPanel();

        stringData  = "||";
        dataString[0] = "06.2007.1.04232";
        dataString[1] = "Fenny Su'aidah";
        dataString[2] = "Perempuan";

        satu.addActionListener(new ActionListener() {
            public void actionPerformed(ActionEvent evt) {
                rdP(1);
            }
        });

        dua.addActionListener(new ActionListener() {
            public void actionPerformed(ActionEvent evt) {
                rdP(2);
            }
        });

        tiga.addActionListener(new ActionListener() {
            public void actionPerformed(ActionEvent evt) {
                rdP(3);
            }
        });

        empat.addActionListener(new ActionListener() {
            public void actionPerformed(ActionEvent evt) {
                rdP(4);
            }
        });

        tampilkan.addActionListener(new ActionListener() {
            public void actionPerformed(ActionEvent evt) {
                rdP(5);
            }
        });

        kosongkan.addActionListener(new ActionListener() {
            public void actionPerformed(ActionEvent evt) {
                rdP(6);
            }
        });

        keluar.addActionListener(new ActionListener() {
            public void actionPerformed(ActionEvent evt) {
                rdP(7);
            }
        });

        bgroup.add(satu);
        bgroup.add(dua);
        bgroup.add(tiga);
        bgroup.add(empat);

        radioPanel.setLayout(new GridLayout(2, 2));
        radioPanel.add(satu);
        radioPanel.add(dua);
        radioPanel.add(tiga);
        radioPanel.add(empat);

        radioPanels.setLayout(new GridLayout(5, 2, 4, 4));
        radioPanels.add(lblNim);
        radioPanels.add(txtNim);
        radioPanels.add(lblNama);
        radioPanels.add(txtNama);
        radioPanels.add(lblGender);
        radioPanels.add(txtGender);
        radioPanels.add(tampilkan);
        radioPanels.add(kosongkan);
        radioPanels.add(keluar);

        radioPanel.setBorder(BorderFactory.createTitledBorder(BorderFactory.createEtchedBorder(), "Anggota"));
        radioPanels.setBorder(BorderFactory.createTitledBorder(BorderFactory.createEtchedBorder(), "Data"));

        window.setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);
        window.setBounds(30, 30, 605, 200);
        window.getContentPane().add(radioPanel, BorderLayout.WEST);
        window.getContentPane().add(radioPanels, BorderLayout.EAST);
        window.setLocationRelativeTo(null);
        window.setVisible(true);
    }

    private void rdP(int radioB){
        if(radioB==1){
            dataString[0] = "06.2007.1.04232";
            dataString[1] = "Fenny Su'aidah";
            dataString[2] = "Perempuan";
        }else if(radioB==2){
            dataString[0] = "06.2007.1.04900";
            dataString[1] = "Rendra Kurniawan";
            dataString[2] = "Laki - Laki";
        }else if(radioB==3){
            dataString[0] = "06.2007.1.04880";
            dataString[1] = "Kiki Fendi";
            dataString[2] = "Laki - Laki";
        }else if(radioB==4){
            dataString[0] = "06.2007.1.04901";
            dataString[1] = "Muadzin Rizal";
            dataString[2] = "Laki - Laki";
        }else if(radioB==5){
            txtNim.setText(dataString[0]);
            txtNama.setText(dataString[1]);
            txtGender.setText(dataString[2]);
        }else if(radioB==6){
            stringData  = "||";
            txtNim.setText("");
            txtNama.setText("");
            txtGender.setText("");
        }else{
            System.exit(0);
        }
    }

    public static void main(String[] a) {
        temuTiga m = new temuTiga();
    }
}

Contoh Program Hitung Determinan Matrik Ordo 2×2, 3×3 dan 4×4 Dengan Java

UPDATE, itu gag hanya berhenti sampe ordo 4×4 aja, bisa 5×5 dan seterusnya, asalkan jumlah Baris dan Kolom sama

Sesuai judul, kali ini aku mau berbagi contoh program yang digunakan untuk menghitung Determinan Matrik ordo 2×2, 3×3 dan 4×4 menggunakan Bahasa Pemrograman Java. Ini adalah hasil dari tugas praktikumku, daripada disimpen aja, mending di share, sapa tau aja ada yang butuh :D
Untuk Screen Shoot dari programnya, silahkan lihat dibawah ini :

Untuk source codenya, bisa kalian download dimari : Contoh Program Determinan Matrik Java
Sekian, terima thank you :mrgreen: