Perbedaan Antara “Baseline JPEG” dan “Progressive JPEG”

Bagi para editor, khususnya yang sering mengoperasikan Photoshop, pasti pernah melihat / kenal dengan istilah Baseline & Progressive waktu menyimpan gambar hasil olah menjadi tipe JPEG/JPG. Pernah terpikirkah apa ya perbedaan diantara keduanya ???

Berikut adalah sedikit penjelasan mengenai perbandingan / perbedaan diantara keduanya. Pengetahuan ini juga aku dapat dari sixrevision.com mengenai panduan dasar tentang file gambar bertipe JPEG/JPG.

Baseline JPEG adalah gambar yang dibuat menggunakan algoritma kompresi JPEG yang mulai menampilkan gambar sebagai data yang tersedia per baris pixel gambar.
Gambar Baseline JPEG disamping dikompresi menggunakan metode transformasi kosinus diskrit & pengkodean Huffman, juga menggunakan presisi sampel 8-bit.
Komponen gambarnya mungkin terdiri dari 24-bit warna (tiga komponen per pixel) atau grayscale (salah satu komponen per pixel).
Di browser, saat kamu mengakses suatu situs bisa kamu lihat suatu image yang formatnya “baseline” akan tampil / di-load secara lambat, gambar ini di-load dari atas gambar, hingga ke bawah sampai gambar penuh di-load. Tampak seperti di-load per baris.

Sedangkan Progressive JPEG akan menampilkan gambar secara penuh sedemikian rupa tapi menunjukkan image/gambar terlihat agak blur, kurang jelas / berkualitas rendah secara keseluruhan, dan kemudian dengan perlahan menjadi lebih jelas dan lebih jelas sebagai data gambar asli yang menunjukkan gambar tersebut selesai di-load. Format ini membagi file gambar menjadi serangkaian scan saat di-load. Scan pertama menunjukkan gambar dengan kualitas yang sangat rendah. Setelah scan secara bertahap meningkatkan kualitas gambar tersebut.  Setiap scan menambah kualitas pixel yang telah disediakan hingga mencapai kualitas scan akhir (Pada dasarnya, progresif JPEG hanya penataan ulang dari data yang sama ke dalam suatu tatanan yang lebih rumit.)
Keuntungan dari progresif JPEG adalah bahwa jika gambar sedang dilihat on-the-fly ketika dikirimkan, orang dapat melihat perkiraan untuk seluruh gambar yang sangat cepat, dengan peningkatan secara bertahap kualitas sebagai salah satu menunggu lebih lama, ini jauh lebih bagus daripada tampilan atas-ke-bawah lambat gambar.

Gambar tersebut menggambarkan lebih jelas mengenai perbedaan/perbandingan dari baseline & progressive jpeg.

  • Baseline : image ditampilkan per baris dari atas ke bawah hingga gambar selesai di-load
  • Baseline Optimized : hampir sama dengan baseline biasa, namun disini diperlengkap dengan metode encoding huffman
  • Progressive : kamu bisa memilih tingkat scanning dari 3 hingga 5 fase, itu adalah fase scanning gambar hingga selesai load gambar tersebut

Mencegah Website Agar Tidak di-Copy/Grab Oleh Program Web Copier

Httrack, Offline Explorer, Web Copier, Web Reaper ….

Yap, bagi kalian yang bergelut di dunia website terutama bagi developer website, tentunya sudah tidak asing lagi dengan
beberapa program web copier/grabber yang saya sebutkan diatas. Yang paling populer menurut saya adalah httrack :mrgreen:

Kalo kalian kenal dengan program-program tersebut, saya yakin pasti pernah mengoperasikannya untuk meng-copy/grab suatu situs
yang menarik entah itu dalam hal tampilan atau kontennya.
Nah, khususnya bagi kalian para developer website, pasti juga pernah terpikir
Bagaimana agar website saya terhindar dari httrack dan web copier lainnya???” atau
Bagaimana mencegah serangan web copier/grabber agar tidak bisa mendownload website kita???Continue reading

Solusi SMS Gateway Gammu Dengan Modem Wavecom Fastrack

Selamat malam semuanya :D ,,,
Kali ini aku coba sharing mengenai bagaimana agar sukses untuk membuat sistem / aplikasi SMS Gateway menggunakan modem Wavecom Fastrack dengan Gammu sebagai bridge nya. Kenapa saya membahas ini lebih lanjut? karena kebanyakan (termasuk saya) developer pasti pernah kesulitan saat melakukan konfigurasi Gammu dengan Mode Wavecom Fastrack ini. Entah itu masalahnya tidak bisa kirim SMS ataupun terima SMS.

Tadi saya juga sempat kebingungan kembali karena dapat project pembuatan SMS Gateway dengan Modem Wavecom ini, akhirnya setelah otak-atik sana sini, Alhamdulillah akhirnya bisa sukses :) .
Mungkin ini memang bukan solusi utama, namun yang pasti solusi ini insyaAllah membantu :) . Agar bisa membuat SMS Gateway dengan Modem ini, saya anjurkan pakai Gammu dengan Versi 3 keatas. Karena saya sudah coba dengan versi 3 kebawah sangat kesulitan, dalam arti tidak semua Sistem Operasi sukses dengan modem ini. Tapi setelah saya download Gammu yang terbaru (v3.1) syukur Alhamdulillah langsung lancar dan berhasil membuat SMS Gateway Gammu dengan Modem Wavecom Fastrack ini. Continue reading

Program Enkripsi File Metode AES Dengan Delphi 7 – Part 2

Hai semua, selamat pagi … :)
Berdasarkan postingku yang sebelumnya di http://rendramm2.wordpress.com/2012/01/17/program-enkripsi-file-dengan-metode-aes-menggunakan-delphi-7-part-1/ dimana aku membahas mengenai suatu aplikasi yang dapat digunakan sebagai salah satu tool untuk melindungi file kalian dari proses copy tanpa sepengetahuan pemilik.
Disini aku tidak akan membahas mendalam mengenai aplikasi ini, karena waktuku juga terbatas (sok sibuk :p).
Di part/pembahasan sebelumnya aku udah janji untuk share source code untuk Contoh Aplikasi Enkripsi AES Delphi 7 kan, nah sekarang di Part 2 ini aku share link downloadnya : http://www.mediafire.com/?303cmjqxnb7n450

Alhamdulillah dengan ini akhirnya aku dapat Nilai A (95, Tertinggi di kelas)

Program Enkripsi File Dengan Metode AES Menggunakan Delphi 7 – Part 1

Selamat sore :)
Kali ini aku mau berbagi pengalaman dan pengetahuan baru dalam Pemrograman Delphi :) dan Enkripsi AES.

Ya, ini berawal dari permasalahan yang diberikan untuk membuat suatu aplikasi/program yang mengandung enkripsi pada mata kuliah Pengaman Jaringan Sistem Komputer. Akhirnya aku muncul suatu ide untuk membuat suatu aplikasi yang dapat membantu user dalam mengamankan file-file yang dianggapnya pribadi dan tidak untuk dipublikasikan/disebarluaskan.

Jadi alur programnya itu seperti ini :

  1. Misalkan suatu saat ada temen yang pinjam laptop/notebook kita untuk keperluan copy data materi kuliah.
  2. Nah sama si dia di-explore kemana-mana dan akhirnya menuju ke suatu folder/lokasi file pribadi kalian tersimpan.
  3. Nah, sama dia dibuka trus ternyata mau dicopy sama dia.
  4. Nah, disinilah saatnya program ini bekerja :mrgreen: , jadi saat dia melakukan proses copy program akan dengan segera mengganti filenya dengan file yang terenkripsi.
  5. Jadi, waktu di-paste dan mau dibaca/dilihat… eng ing eng,, ternyata file berisi teks yang gag karuan :D . Berhasil …. yeah!!!

Ya, alurnya adalah seperti itu semoga kalian paham :) . Sekarang gimana caranya untuk menetukan file mana yang perlu diproteksi ? tenang, sudah aku siapkan caranya dan yang ini gag konvensional pastinya, coba liat gambar dibawah ini :

menu pada klik kanan file - delphi

#1

Continue reading